Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990
"Milea 1"
Bolehkah aku punya pendapat?
Ini tentang dia yang ada di bumi
Ketika Tuhan menciptakan dirinya
Kukira Dia ada maksud mau pamer
Dilan, Bandung 1990
(Halaman 302)
"Milea 2"
Katakan sekarang
Kalau kue kau anggap apa dirimu?
Roti cokelat? Roti Keju?
Martabak? Kroket? Bakwan?
Ayolah!
Aku ingin memesannya
Untuk malam ini
Aku mau kamu
Dilan, Bandung 1990
(Halaman 302)
"Jangan Jauh"
Dik, jangan pergi jauh-jauh
Kan ada darahku di tubuhmu
Dilan, Bandung 1990
(Halaman 304)
Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku Tahun 1991
KALAU
"Kalau limun menyegarkan, kamu lebih. Kalau cokelat diisi kacang mete
katanya enak, tapi kamu lebih. Atau, ada roti diisi ikan tuna berbumbu daun
kemangi, kamu lebih. Kamu itu lebih sehat dari buah-buahan. Tahu gak? Lebih
berwarna dari pelangi. Lebih segar dari pagi. Jadi, kamu harus mengerti, ya,
aku menyukaimu sampai tujuh ratusan tahunan, ditambah 500 tahunan lagi."
–Dilan
(Halaman 30)
"Kalau aku jadi presiden yang harus mencintai
seluruh rakyatnya, aduh, maaf, aku pasti tidak bisa karena aku cuma suka
Milea."
–Dilan
(Halaman 30)
"PR-ku adalah merindukanmu. Lebih kuat dari
Matematika. Lebih luas dari Fisika. Lebih kerasa dari Biologi."
–Dilan
(Halaman 30)
"Aku ingin sekolah yang memberi tahu lebih
banyak tentangmu melalui pendekatan Fisika dan Biologi."
–Dilan
(Halaman 31)
Puisi-puisi
tersebut adalah alasan mengapa aku punya inspirasi untuk menulis. Saat itu aku
sedang berleha-leha di kamar kostku. Aku membuka aplikasi BBMku, kemudian
temanku mengganti Display Picturenya. Alhasil, aku tertarik dan meminjam buku
tersebut.
Setelah membaca buku itu. Aku memutuskan menetapkan hobiku yaitu menulis. menulis apa ? apa aja yang
penting itu adalah tulisanku. Walau mungkin pada akhirnya aku akan mengganti lagi hobi. Karena hobiku banyak,
jika ada orang yang bertanya mengenai apa-apa saja yang aku sukai dan aku selalu
merubah jawaban tentang hobiku.
Terimakasih
bagi pembaca setia blogku. Kepada kedua orang tuaku yang memberi aku suport,
keluarga dan teman-temanku. Banyak hal yang ingin aku lakukan bersama kalian.
Lalu, menciptakan kenangan kenangan yang untuk dirindukan kelak.
Terimakasih
Dilan, dia adalah Dilanku. Inspirasi terbesarku untuk menulis. Aku tak akan
bosan untuk membaca berulang kali kisahmu dengan Milea.
Semenjak
membaca novel itu (Dilan, dia adalah Dilanku 1990 dan novel bagian kedua yaitu
Dilan, dia adalah Dilanku 1991), aku sering mimpikan sesosok Dilan hadir nyata di bumi ini bukan sedekar fiksi
belaka. "Tuhan, datangkan Dilanku abad ini" itulah do'aku.
Bagi yang
belum membaca novel karya Pidi Baid aku sarankan agar membacanya segera. dari Pidi
Baiq adalah penulis novel seri Dilan yang diterbitkan oleh Mizan. Dilan 1
(Dia adalah Dilanku Tahun 1990) terbit bulan April 2015, sedangkan
Dilan 2 (Dia adalah Dilanku Tahun 1991) terbit bulan Juni 2015. Melihat sebuah
percintaan remaja di sisi lain. Semua pembaca sepertinya terhipnotis dengan novel
karya Piqi Baiq ini. Dimana diceritakan ada gadis bernama Milea Adnan Hussein
yang jatuh cinta dengan lelaki unik dan langka yaitu Dilan.
Nyatanya,
sekarang banyak fans Dilan yang merasa “kesal” membaca ending novel Dilan 2.
Karena itu mereka minta Pidi Baiq segera menerbitkan novel Dilan 3, agar mereka
bisa tahu kelanjutan cerita tersebut. Maka dari itu akan Ia percepat terbitnya Dilan
3 dengan judul "MILEA, Suara Dilan".
Bagaimana
kisahnya ? Kita tunggu tanggal liris bukunya.
Assalamualaikum, kak... :)
BalasHapuswah, postingannya membuat saya kembali mengenang novel ini, yang baru-baru ini menjadi alternatif bacaan sekaligus rekomendasi bagi yang membutuhkan saran untuk bacaan yang bagus ^^
Jadi, benar yah kak, kalau nanti akan dirilis buku 3 nya? Semakin penasaran dibuatnya :) Iya. Menunggu. Dilan, kisahnya dan segala tentangnya patut untuk ditunggu, sebab dia jenis yang langka sehingga harus sabar untuk menanti kehadirannya kembali (maaf, saya jadi membacot :( )
Oh iya. Blognya kakak keren ^^ Mudah-mudahan tidak bosan untuk berbagi hal-hal tentang bacaan yang keren juga quotesnya :)